Fungsi ACCRINT dalam Microsoft Excel digunakan untuk menghitung jumlah bunga yang akan dibayarkan pada obligasi dengan metode akuntansi akrual.
Struktur umum rumus ACCRINT adalah sebagai berikut:
=ACCRINT(issue, first_interest, settlement, rate, par, frequency, [basis], [calc_method])
Keterangan:
issue: tanggal penerbitan obligasifirst_interest: tanggal pembayaran bunga pertamasettlement: tanggal dimana obligasi dijualrate: suku bunga obligasipar: nilai nominal obligasifrequency: frekuensi pembayaran bunga (1 = tahunan, 2 = semi-tahunan, 4 = perempat tahunan)basis: (opsional) dasar perhitungan jumlah hari dalam tahun (0 = metode ASUMSI, 1 = basis 365 hari, 2 = basis 360 hari)calc_method: (opsional) metode perhitungan (0 = metode standar, 1 = metode alternatif)
Contoh penggunaan fungsi ACCRINT adalah sebagai berikut:
=ACCRINT("1/1/2022", "6/1/2022", "12/31/2022", 0.05, 1000, 2, 0, 0)
Artinya, kita ingin menghitung jumlah bunga yang harus dibayarkan pada obligasi dengan nilai nominal 1000 dan suku bunga 5% per tahun, yang dibeli pada tanggal 31 Desember 2022, dengan tanggal pembayaran bunga pertama pada 1 Juni 2022, dan pembayaran bunga dilakukan setiap 6 bulan sekali.
Kombinasi fungsi ACCRINT dengan fungsi lainnya antara lain:
- Fungsi IF: kita dapat menggunakan fungsi IF untuk menetapkan kondisi tertentu dimana bunga tidak dibayar atau tidak lengkap, sehingga nilai ACCRINT menjadi nol.
- Fungsi ROUND: kita dapat menggunakan fungsi ROUND untuk membulatkan nilai ACCRINT yang diperoleh menjadi angka yang lebih mudah dibaca.
- Fungsi CONCATENATE: kita dapat menggunakan fungsi CONCATENATE untuk menggabungkan nilai-nilai dari beberapa sel yang berbeda untuk digunakan dalam fungsi ACCRINT.
![]()

